Selasa, 30 Oktober 2012

JURNAL MOTOR LISTRIK AC


SISTEM PENGENDALI ARUS START MOTOR INDUKSI PHASA TIGA
DENGAN VARIASI BEBAN

Oleh :
Yusnita, 1) Hendro Tjahjono2)
1) Teknik Elektro UMSB - Bukittinggi
2) Teknik Elektro ISTN Jakarta

Intisari
Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan suata cara sederhana dalam mengendalikan arus start motor induksi 3-fasa. Penelitian ini dibantu oleh program komputer Matlab untuk menganalisa kinerja motor selama proses start dan operasi. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motoro induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V, 4 kutup, 50 Hz and 1400 rpm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa untuk mengendalikan arus start sebaiknya pada awal start motor diberi tegangan 26.32% dari tegangan nominalnya, kemudian dinaikan secara bertahap menjadi 69% and 100% dari tegangan nominalnya.

Kata kunci : arus start, torsi mekanik, tegangan awal start

ABSTRACT
This research is proposed to give a simple method in controlling inrust current of the three-phase induction motor. This research also use computer program of MATLAB to indicate the motor performance during starting and operating. The motor used in this research is three-phase induction motor by rated 1500 W, 380 V, 4 poles, 50 Hz and 1400 rpm. The results of this research showed that a good strategy to control in rust current by applying 26.32% of the nominal voltage for the first step starting, then increase to 69% and 100% for the second and the third step respectively.
Keywords: inrust current, mechanic torque, starting voltage


1. Pendahuluan
Motor induksi 3-fasa bekerja berdasarkan medan elektromagnetik yang diinduksikan dari kumparan stator ke rotornya. Motor ini biasanya mempunyai arus start yang besar hingga mencapai beberapa kali lipat dari arus nominalnya. Oleh karena itu perlu dicari suatu cara untuk memperkecil arus start motor agar tidak mengganggu sistem yang berada di sekitarnya. Salah satu cara untuk melihat karakteristik motor saat start ini bisa dilakukan dengan menganalisa kondisi motor dengan beban yang bervariasi mulai dari kodisi beban rendah hingga kondisi beban maksimum yang membuat motor berhenti. Pada kondisi ini juga perlu dilakukan variasi tegangan start pada terminal motor agar diperoleh informasi yang akurat tentang pengaruh tegangan terminal ini terhadap arus start dan torsi start yang dihasilkan motor. Agar motor dapat dianalisa dengan tanpa merusak motor, maka motor dianalisa dengan bantuan program kumputer Matlab.

1.1. Rumusan masalah
Dari penjabaran pendahuluan dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
1.      Bagaimana bentuk sistem pengendali arus start motor induksi 3-fasa agar diperoleh arus start yang kecil dalam mengoperasikan motor?
2.      Berapakah besar tegangan start yang tepat agar motor dapat distart dengan baik dengan arus start yang rendah?

1.2. Batasan masalah
Penelitian ini dibatasi dalam hal :
1.      Motor yang dianalisa adalah motor induksi 3-fasa rotor sangkat, 380V, hubungan bintang, 1500 W, 1425 rpm, 4 kutup stator, 50 Hz.
2.      Agar penelitian ini tidak merusak motor yang sedang diteliti, maka motor dianalisa dengan menggunakan program Matlab 5.3.
3.      Untuk menvalidasi hasil penelitian, maka hasil program Matlab dicocokan dengan hasil percobaan motor di labor dengan mengoperasikan motor hanya sampai batas beban nominalnya

1.3. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengendalikan arus start motor induksi 3-fasa dengan cara memilih tegangan start yang tepat pada motor.

2. Landasan Teori
Motor induksi 3-fasa merupakan motor listrik yang bekerja berdasarkan perputaran medan elektromagnetik yang diinduksikan dari kumparan stator ke rotornya. Kecepatan putaran medan magnet ini dipengaruhi oleh frekuensi sumber yang masuk ke motor dengan mengacu ke persamaan (2.1) berikut.

Ns = 120. f / p                         (2.1)
yang mana :
f   = frekuensi sumber AC (Hz)
p = jumlah kutup yang terbentuk pada motor
Ns = kecepatan putaran medan magnet stator (putaran/menit, rpm)

Putaran medan magnet ini diikuti oleh putaran rotor motor induksi. Makin berat beban motor, maka kecepatan rotor juga akan turun sehingga terjadi slip (s), yang besarnya:
yang mana :
s    = slip
Nr = kecepatan putaran rotor pada motor

Motor induksi 3-fasa dapat dianalisa berdasarkan rangkaian ekivalen motor ini. Bentuk rangkaian ekivaelen ini perfasa diperlihatkan seperti pada gambar berikut ini:

Gambar 2.1 Rangkaian ekivalen motor
        induksi 3-fasa perfasa

yang mana:
V1        = Tegangan sumber perfasa pada kumparan stator
R1        =  Resistansi kumparan stator
X1        = Reaktansi Induktif kumparan stator
R2’       = Resistansi kumparan rotor dilihat dari sisi stator
X2      = Reaktansi Induktir rotor dilihat dari sisi stator
Xm         = Reaktansi magnet pada Motor
Rm       = Resistansi magnet pada motor


= Resistansi yang mewakili beban motor


I1 = Arus kumparan stator
I2’ = Arus pada kumparan rotor dilihat dari
sisi stator
I0 = Arus Magnetisasi

Dari rangkaian ekivalen motor gambar 2.1 dan dengan mengabaikan nilai rm (pendekatan untuk memudahkan analisa), kemudian dapat dibuatkan sebagai berikut.
Sehingga diperoleh yang masuk ke motor arus sebesar:
Dari persamaan (2.7) terlihat bahwa arus sangat dipengaruhi oleh besarnya tegangan termninal motor induksi. Untuk selanjutnya dapat dihitung:
yang mana:










Perubahan tegangan sumber pada motor induksi 3-fasa akan mempengaruhi kinerja motor karena perubahan tegangan sumber ini akan mempengaruhi arus dan torsi pada motor sehingga akan merubah kecepatan motor. Perubahan kecepatan ini otomatis akan merubah slip pada motor. Hubugan perubahan slip terhadap perubahan tegangan ini diperlihat pada persamaan berikut.
3. Metode Penelitian
Motor induksi yang yang menjadi objek penelitian adalah motor induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V, hubungan Y, 3,6 A, 4 kutup, 50 Hz and 1400 rpm. Motor ini mempunyai data: R1 = 4,7850 ohm, R’2 = 4,2334 ohm, X1 = X’2 = 6,4316 ohm, Xm = 109,2456 ohm. Untuk memudahkan analisa, motor ini kemudian dianalisa dengan menggunakan program Matlab.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Sebelum motor dianalisa dengan menggunakan program Matlab, maka dilakukan validasi hasil pengukuran seperti tabel 4.1.
Tabel 4.1 Data perbandingan hasil pengukuran arus motor induksi dengan hasil percobaan.
Dari hasil percobaan dan pengukuran terlihat bahwa faktor kesalahan masih berada di bawah 10%, sehingga data parameter motor dapat digunakan untuk menganalisa kinerja motor. Dengan menggunakan program Matlab, maka diperoleh hasil seperti gambar 4.1 sampai
dengan gambar 4.4.
Dari gambar 4.1 terlihat bahwa dengan semakin besarnya beban motor akan membuat arus motor semakin besar pula. Oleh karena itu terlihat di sini bahwa beban sangat mempengaruhi arus motor.
 Gambar 4.2 Pengaruh perubahan beban terhadap torsi mekanik motor induksi

Dari gambar 4.2 juga terlihat bahwa torsi mekanik maksimum pada motor adalah sekitar 2,12 kali dari torsi mekanik saat beban penuh dan torsi start motor sekitar 136% dari torsi mekanik beban penuh. Dengan memperhatikan kondisi ini terlihat bahwa torsi start yang dihasilkan motor pada kondisi normal (tegangan sumber sebesar tengangan nominal) adalah sebesar 1,36 kali torsi mekanik motor saat beroperasi normal. Jika dilihat perbandingan tegangan terhadap torsi yang dihasilkan, maka diperoleh hasil:





Jika divariasikan tegangan terminal motor induksi, maka diperoleh hasil karakteristik motor seperti gambar 4.3 dan gambar 4.4. 


Dari gambar 4.3 terlihat bahwa kecepatan motor di atas nol pada saat sumber tegangan 100 V yang bergerak pada kecepatan 56 rpm. Pada kondisi ini motor bergerak sangat lambat sekali. Bila ditinjau pengaruh perubahan sumber tegangan ini terhadap arus motor induksi, maka hasilnya diperlihatkan pada gambar 4.4. Dari gambar 4.4 ini terlihat bahwa arus pada tegangan 100 V sebesar 3,76 A. Kondisi ini memperlihatkan bahwa arus setelah motor bergerak dengan kecepatan 56 rpm masih melebihi arus nominalnya. Jika kembali ke persamaan (4.1) terlihat bahwa tegangan awal start yang paling bagus untuk motor yang sedang diteliti adalah sebesar 0,69 x Vn = 0,69 x 380 V = 262,6 V. Jika diinginkan motor bekerja lebih baik, maka sebaiknya motor distart dengan cara pemberian tegangan start secara bertahap yaitu pada tahap pertama motor diberi tegangan 100 V, kemudian tegangan motor dinaikkan menjadi 262,6 V dan selanjutnya baru diberi tegangan sumber sesuai dengan nominalnya sebesar 380 V. Kondisi ini dipilih karena bila tegangan start diperkecil lagi, motor tidak akan bisa bergerak.

5. Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap motor yang diteliti, maka diperolah kesimpulan sebagai berikut.
1.       Sebaiknya diberikan tegangan start secara bertahap dalam bentuk 3 tahap, mulai dari 26,32% dari Vn, kemudian dinaikan menjadi 69% dari Vn (tahap ke dua) dan kemudian dinaikkan lagi menjadi 100% dari Vn.
2.       Bila motor distart dengan kondisi beban yang berlebih, maka akan terjadi arus start yang lebih besar dengan respon kecepatan yang lambat dari rotor. Kondisi ini akan dapat memperpendek umur motor. Sedangkan bila motor distart pada beban yang lebih rendah dari beban nominalnya, maka arus start motor akan semakin kecil dengan respon kecepatan rotor yang cepat sehingga dapat memperpanjang umur motor.

Daftar Pustaka
1.      Cowern, Ed, 2000, ” Keep Up to Speed with Motor Terms “, EC&M, January, pp. 52-56.
2.      Ghai, N. K., 1999 “ IEC and NEMA Standards for Large Squarrel-cage Induction Motors-A comparison ‘, IEEE Trans. On Energy Conversion, 14 (3), pp. 545-552.
3.      Kumar R. Srecrama, R Ramanujam and Jenkins L. HP Khincha, 1998,” Induction motor modelling and interfacing technique for fast transient stability simulation, IEEE Trans. on Energy Conversion, (0-7803- 4962-8/98), pp. 548 – 551.
4.      Richardson, D. V. and Caisse, A. J. Jr., 1997, “Rotating Electric Machinery and Transfomer Technology “, Prentice-Hall, Inc., New Jersey.




Sabtu, 22 September 2012

Pengertian Media dan Pembelajaran


A. Pengertian Media Menurut Para Ahli
1)      Gene L. Wilkinson (1980)
media sebagai alat dan bahan selain buku teks yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan informasi dalam suatu situasi belajar mengajar;
2)      Gagne (1970)
media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar; 
3)      Wong
media adalah sebagai alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan keindraan siswa/ sasaran didik. 
4)      Association of Education and Communication Technology
Yaitu segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan.
5)      Briggs (1970)
media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Seperti: buku, film, kaset, dan sebagainya. Media elektronik (film, video).
6)      Santoso S.Hamijaya,
Media adalah segala bentuk perantara yang dipakai untuk menyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima.
7)      McLuahan
Media adalah chanel (saluran) karena pada hakekatnya media memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia unruk merasakan, mendengar dan melihat
dalam batas-batas jarak, ruang dan waktu tertentu. Dengan bantuan media batas-batas
itu hampir menjadi tidak ada.
8)      Blake and Haralsen
Media adalah medium yang digunakan untuk memebawa/ menyampaikan sesuatu pesan, dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
9)      AECT
media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi.
10)  NEA ( National Education Association)
media adalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan untuk kegiatan tersebut. 
11)  Donald P. Ely & Vernon S. Gerlach,
media ada dua bagian, yaitu arti sempit dan arti luas. Arti sempit: bahwa media itu berwujud grafik, foto, alat mekanik, dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan informasi. Arti luas: kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memeperoleh pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang baru.
12)  Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association)
media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta
peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca).

B. Pengertian Penbelajaran Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa ahli:
1)      KNOWLES
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan
2)      SLAVIN
Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman
3)      WOOLFOLK
Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku
4)      CROW & CROW
Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat, pengetahuan dan sikap
5)      RAHIL MAHYUDDIN
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek
6)      ACHJAR CHALIL
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
7)      COREY
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus
8)      G. A. KIMBLE
Pembelajaran merupakan perubahan kekal secara relatif dalam keupayaan kelakuan akibat latihan yang diperkukuh.
9)      MUNIF CHATIB
Pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi
C. Kesimpulan Pengertian Media Pembelajaran
Secara umum media merupakan  alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metoda yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Sumber: 
Indahf. (2010). Pengertian dan Definisi Pembelajaran Menurut Para Ahli.    [Online]. Tersedia: http://carapedia.com/pengertian_definisi_pembelajaran_menurut_para_ahli_info507.html. [30 Agustus 2012].
Syarif Ahsa. (2012). Pengertian Media Menurut Para Ahli. [Online]. Tersedia: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2250595-pengertian-media-menurut-para-ahli/. [30 Agustus 2012].