SISTEM PENGENDALI ARUS START MOTOR INDUKSI PHASA TIGA
DENGAN VARIASI BEBAN
Oleh :
Yusnita, 1) Hendro Tjahjono2)
1) Teknik Elektro UMSB - Bukittinggi
2) Teknik Elektro ISTN Jakarta
Intisari
Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan suata cara sederhana
dalam mengendalikan arus start motor induksi 3-fasa. Penelitian ini dibantu
oleh program komputer Matlab untuk menganalisa kinerja motor selama proses
start dan operasi. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motoro
induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V, 4 kutup, 50 Hz and 1400 rpm. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa untuk mengendalikan arus
start sebaiknya pada awal start motor diberi tegangan 26.32% dari tegangan
nominalnya, kemudian dinaikan secara bertahap menjadi 69% and 100% dari
tegangan nominalnya.
Kata kunci : arus start, torsi
mekanik, tegangan awal start
ABSTRACT
This research is proposed to give a simple method in controlling
inrust current of the three-phase induction motor. This research also use
computer program of MATLAB to indicate the motor performance during starting
and operating. The motor used in this research is three-phase induction motor
by rated 1500 W, 380 V, 4 poles, 50 Hz and 1400 rpm. The results of this
research showed that a good strategy to control in rust current by applying
26.32% of the nominal voltage for the first step starting, then increase to 69%
and 100% for the second and the third step respectively.
Keywords:
inrust current, mechanic torque, starting voltage
1.
Pendahuluan
Motor induksi 3-fasa bekerja berdasarkan medan elektromagnetik
yang diinduksikan dari kumparan stator ke rotornya. Motor ini biasanya
mempunyai arus start yang besar hingga mencapai beberapa kali lipat dari arus nominalnya.
Oleh karena itu perlu dicari suatu cara untuk memperkecil arus start motor agar
tidak mengganggu sistem yang berada di sekitarnya. Salah satu cara untuk
melihat karakteristik motor saat start ini bisa dilakukan dengan menganalisa
kondisi motor dengan beban yang bervariasi mulai dari kodisi beban rendah
hingga kondisi beban maksimum yang membuat motor berhenti. Pada kondisi ini
juga perlu dilakukan variasi tegangan start pada terminal motor agar diperoleh
informasi yang akurat tentang pengaruh tegangan terminal ini terhadap arus
start dan torsi start yang dihasilkan motor. Agar motor dapat dianalisa dengan
tanpa merusak motor, maka motor dianalisa dengan bantuan program kumputer
Matlab.
1.1. Rumusan masalah
Dari penjabaran pendahuluan dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut.
1.
Bagaimana bentuk sistem
pengendali arus start motor induksi 3-fasa agar diperoleh arus start yang kecil
dalam mengoperasikan motor?
2.
Berapakah besar tegangan
start yang tepat agar motor dapat distart dengan baik dengan arus start yang
rendah?
1.2. Batasan masalah
Penelitian ini dibatasi dalam hal :
1.
Motor yang dianalisa adalah
motor induksi 3-fasa rotor sangkat, 380V, hubungan bintang, 1500 W, 1425 rpm, 4
kutup stator, 50 Hz.
2.
Agar penelitian ini tidak
merusak motor yang sedang diteliti, maka motor dianalisa dengan menggunakan
program Matlab 5.3.
3.
Untuk menvalidasi hasil
penelitian, maka hasil program Matlab dicocokan dengan hasil percobaan motor di
labor dengan mengoperasikan motor hanya sampai batas beban nominalnya
1.3. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam
mengendalikan arus start motor induksi 3-fasa dengan cara memilih tegangan start
yang tepat pada motor.
2. Landasan Teori
Motor induksi 3-fasa merupakan motor listrik yang bekerja
berdasarkan perputaran medan elektromagnetik yang diinduksikan dari kumparan
stator ke rotornya. Kecepatan putaran medan magnet ini dipengaruhi oleh
frekuensi sumber yang masuk ke motor dengan mengacu ke persamaan (2.1) berikut.
Ns = 120. f / p (2.1)
yang mana :
f = frekuensi sumber AC (Hz)
p = jumlah kutup yang terbentuk pada motor
Ns = kecepatan putaran medan magnet stator (putaran/menit, rpm)
Putaran medan magnet ini diikuti oleh putaran rotor motor induksi.
Makin berat beban motor, maka kecepatan rotor juga akan turun sehingga terjadi
slip (s), yang besarnya:
yang mana :
s = slip
Nr = kecepatan putaran rotor pada motor
Gambar 2.1 Rangkaian ekivalen motor
induksi 3-fasa perfasa
yang mana:
V1 = Tegangan sumber perfasa pada kumparan stator
R1 = Resistansi kumparan stator
X1 = Reaktansi
Induktif kumparan stator
R2’ =
Resistansi kumparan rotor dilihat dari sisi stator
X2’ =
Reaktansi Induktir rotor dilihat dari sisi stator
Xm =
Reaktansi magnet pada Motor
Rm
= Resistansi magnet pada motor
=
Resistansi yang mewakili beban motor
I1 = Arus kumparan stator
I2’ = Arus pada kumparan rotor
dilihat dari
sisi stator
I0 = Arus Magnetisasi
Sehingga diperoleh yang masuk ke motor arus sebesar:
Dari persamaan (2.7) terlihat bahwa arus sangat dipengaruhi
oleh besarnya tegangan termninal motor induksi. Untuk selanjutnya dapat dihitung:
yang mana:
Perubahan tegangan sumber pada motor induksi
3-fasa akan mempengaruhi kinerja motor karena perubahan tegangan sumber ini akan
mempengaruhi arus dan torsi pada motor sehingga akan merubah kecepatan motor. Perubahan
kecepatan ini otomatis akan merubah slip pada motor. Hubugan perubahan slip terhadap
perubahan tegangan ini diperlihat pada persamaan berikut.
3. Metode Penelitian
Motor induksi yang yang menjadi objek penelitian adalah motor
induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V, hubungan Y, 3,6 A, 4 kutup, 50 Hz and 1400 rpm.
Motor ini mempunyai data: R1 = 4,7850 ohm, R’2 = 4,2334 ohm, X1 = X’2 = 6,4316
ohm, Xm = 109,2456 ohm. Untuk memudahkan analisa, motor ini kemudian dianalisa
dengan menggunakan program Matlab.
4. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Sebelum motor dianalisa dengan menggunakan program Matlab, maka
dilakukan validasi hasil pengukuran seperti tabel 4.1.
Tabel
4.1 Data perbandingan hasil pengukuran arus motor induksi dengan hasil
percobaan.
Dari hasil percobaan dan pengukuran terlihat bahwa faktor
kesalahan masih berada di bawah 10%, sehingga data parameter motor dapat digunakan
untuk menganalisa kinerja motor. Dengan menggunakan program Matlab, maka diperoleh
hasil seperti gambar 4.1 sampai
dengan
gambar 4.4.
Dari gambar 4.1 terlihat bahwa dengan semakin besarnya
beban motor akan membuat arus motor semakin besar pula. Oleh karena itu
terlihat di sini bahwa beban sangat mempengaruhi arus motor.
Gambar 4.2 Pengaruh perubahan beban terhadap torsi mekanik motor induksi
Jika divariasikan tegangan terminal motor induksi, maka diperoleh hasil karakteristik motor
seperti gambar 4.3 dan gambar 4.4.
Dari gambar 4.3 terlihat bahwa kecepatan motor di atas nol pada
saat sumber tegangan 100 V yang bergerak pada kecepatan 56 rpm. Pada kondisi
ini motor bergerak sangat lambat sekali. Bila ditinjau pengaruh perubahan
sumber tegangan ini terhadap arus motor induksi, maka hasilnya diperlihatkan
pada gambar 4.4. Dari gambar 4.4 ini terlihat bahwa arus pada tegangan 100 V
sebesar 3,76 A. Kondisi ini memperlihatkan bahwa arus setelah motor bergerak
dengan kecepatan 56 rpm masih melebihi arus nominalnya. Jika kembali ke
persamaan (4.1) terlihat bahwa tegangan awal start yang paling bagus untuk
motor yang sedang diteliti adalah sebesar 0,69 x Vn = 0,69 x 380 V = 262,6 V.
Jika diinginkan motor bekerja lebih baik, maka sebaiknya motor distart dengan
cara pemberian tegangan start secara bertahap yaitu pada tahap pertama motor
diberi tegangan 100 V, kemudian tegangan motor dinaikkan menjadi 262,6 V dan selanjutnya
baru diberi tegangan sumber sesuai dengan nominalnya sebesar 380 V. Kondisi ini
dipilih karena bila tegangan start diperkecil lagi, motor tidak akan bisa
bergerak.
5. Kesimpulan dan Saran
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap motor yang
diteliti, maka diperolah kesimpulan sebagai berikut.
1.
Sebaiknya diberikan tegangan
start secara bertahap dalam bentuk 3 tahap, mulai dari 26,32% dari Vn, kemudian
dinaikan menjadi 69% dari Vn (tahap ke dua) dan kemudian dinaikkan lagi menjadi
100% dari Vn.
2.
Bila motor distart dengan
kondisi beban yang berlebih, maka akan terjadi arus start yang lebih besar
dengan respon kecepatan yang lambat dari rotor. Kondisi ini akan dapat
memperpendek umur motor. Sedangkan bila motor distart pada beban yang lebih
rendah dari beban nominalnya, maka arus start motor akan semakin kecil dengan
respon kecepatan rotor yang cepat sehingga dapat memperpanjang umur motor.
Daftar Pustaka
1.
Cowern, Ed, 2000, ” Keep Up
to Speed with Motor Terms “, EC&M, January, pp. 52-56.
2.
Ghai, N. K., 1999 “ IEC and
NEMA Standards for Large Squarrel-cage Induction Motors-A comparison ‘, IEEE
Trans. On Energy Conversion, 14 (3), pp. 545-552.
3.
Kumar R. Srecrama, R
Ramanujam and Jenkins L. HP Khincha, 1998,” Induction motor modelling and
interfacing technique for fast transient stability simulation, IEEE Trans.
on Energy Conversion, (0-7803- 4962-8/98), pp. 548 – 551.
4.
Richardson, D. V. and
Caisse, A. J. Jr., 1997, “Rotating Electric Machinery and Transfomer
Technology “, Prentice-Hall, Inc., New Jersey.
SSumber Jurnal : itpelektro.com/attachments/article/6/makalah%204.pdf














Tidak ada komentar:
Posting Komentar